Langsung ke konten utama

القدوس ASMAUL HUSNA Al QUDDUS

Isim ini diambil dari kata Al-Quds yang artinya suci, maksud dari isim ini adalah bahwa Allah adalah zat yang suci dari segala kekurangan dan kebinasaan, yang pantas dengan sifat-sifat kesempurnaan, artinya Allah itu suci dari segala sifat yang dapat dirasakan oleh indra, atau yang dapat dibayangkan oleh khayalan, atau yang didahului oleh persangkaan, atau yang terlintas dalam hati sanubari.
Orang yang mendekatkan diri kepada Allah dengan berakhlak dan berzikir dengan isim ini hendaklah ia membersihkan akidahnya dari selain Allah subhanahu wa ta'ala.

Asma Allah Al-Quddus (الْقُدُّوسُ) memiliki arti "Yang Maha Suci". Nama ini menunjukkan sifat Allah yang bersih dari segala kekurangan, cacat, atau sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya. Allah Al-Quddus adalah Zat yang sempurna, suci dari kesalahan, dan tidak ada satu pun makhluk yang dapat menyamai kesucian-Nya. Berikut adalah beberapa keutamaan Asma Al-Quddus:

1. Kesucian Zat dan Sifat Allah
Allah Al-Quddus adalah Zat yang tidak terpengaruh oleh kelemahan, kezaliman, atau keinginan yang tidak sempurna seperti makhluk-Nya. Kesucian Allah menunjukkan bahwa segala sifat-Nya adalah sempurna dan tidak bercela.

2. Menginspirasi Umat untuk Hidup Suci
Dengan merenungi Asma Al-Quddus, seorang hamba diingatkan untuk menjaga kesucian dirinya, baik dalam niat, hati, maupun perbuatan. Hal ini mencakup menjauhi dosa, menyucikan hati dari hasad, sombong, dan sifat buruk lainnya.

3. Menguatkan Keimanan dan Ketundukan
Mengingat bahwa Allah adalah Al-Quddus, manusia diajak untuk menyadari keterbatasannya sebagai makhluk dan memohon ampun atas segala dosa. Ini menguatkan keimanan dan ketaatan kepada Allah.

4. Terdapat dalam Zikir Malaikat dan Ayat Al-Qur'an
Asma Al-Quddus diabadikan dalam Al-Qur'an, seperti dalam surah Al-Hasyr:23, dan dalam zikir malaikat:
"Yusabbihu lillahi maa fis-samaawaati wa maa fil-ardhil malikil quddusil 'aziizil hakiim."
(Artinya: "Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi, Yang Maha Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.")

5. Sebagai Bagian dari Doa Nabi Muhammad SAW
Dalam salah satu hadits, Rasulullah SAW biasa membaca dzikir:
"Subbuhun Quddusun Rabbul malaa'ikati war-ruuh."
(Artinya: "Maha Suci, Maha Kudus, Rabb malaikat dan ruh.")

6. Menghargai Kehidupan yang Suci dan Bersih
Pemahaman akan sifat Allah Al-Quddus mendorong umat untuk menjaga kebersihan dalam segala aspek kehidupan, baik fisik, spiritual, maupun sosial.

Khasiatnya

Membaca dzikir yang 100 kali Asma Al-Quddus, 
Memperbanyak tasbih untuk menyucikan Allah akan menjadikan manusia yang lebih bersih zohir bathin dan baik dari waktu ke waktu.

Barang siapa menuliskan pada sekeping roti sesudah selesai melakukan salat Jumat, kemudian dimakannya, maka Allah akan membukakan baginya pintu ibadah dan akan menyelamatkan dari segala bencana dengan izin Allah subhanahu wa ta'ala.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

CIRI-CIRI BUROK DALAM HADIST SHOHIH

Ciri-Ciri Buraq dalam Hadis: Pemahaman dan Penjelasan Buraq merupakan makhluk yang sangat penting dalam perjalanan Isra' dan Mi'raj yang dialami oleh Nabi Muhammad ﷺ. Perjalanan ini mengisahkan tentang perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dan kemudian menuju langit. Salah satu elemen penting dalam perjalanan tersebut adalah Buraq, kendaraan yang digunakan oleh Rasulullah ﷺ. Banyak cerita yang berkembang mengenai rupa dan sifat Buraq, namun dalam artikel ini kita akan membahasnya berdasarkan hadis-hadis sahih serta penjelasan dari para ulama. 1. Sifat Buraq dalam Hadis Deskripsi Buraq Menurut Hadis Shahih. Buraq digambarkan dalam hadis sebagai makhluk yang memiliki sifat fisik yang luar biasa. Salah satu hadis yang paling terkenal tentang Buraq diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Dalam hadis tersebut, Rasulullah ﷺ menyatakan bahwa Buraq adalah hewan yang berwarna putih dan memiliki ukuran tubuh yang unik: Teks Arab: عَنْ أَنَسٍ رَضِ...

Latudrikuhul Absoru,Surat Al-An’am Ayat 103, dan Hikmah di dalamnya.

Mengutip buku Teologi Islam susunan Muhammad Ridwan Efendi (2021), Allah adalah Dzat yang Maha Melihat. Dia bisa melihat segala perbuatan manusia, baik yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Firman Allah SWT, surat Al-An'am : 103 لَا تُدْرِكُهُ الْاَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْاَبْصَارَۚ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ Latudrikuhul absoru wa huwa yudrikul absooro wa huwalathiiful khobiir Artinya: “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah  Yang Mahahalus, Mahateliti.” Tafsir Ayat a. Tafsir Jalalayn Mata makhluk tidak mampu melihat Allah di dunia karena keterbatasan makhluk, sedangkan Allah melihat segala sesuatu tanpa batas. Dia adalah al-Lathif (Yang Maha Halus), yaitu yang mengetahui hal paling tersembunyi, dan al-Khabir (Yang Maha Mengetahui), yaitu yang mengetahui segala perbuatan makhluk. b. Tafsir Ibnu Katsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan kemahakuasaan Allah yang tidak ...

KHASIAT SURAT AT-TAUBAH AYAT 128-129

Diantara khasiat dua ayat ini maksudnya LAQAD JAA`AKUM s/d akhir surat, bahwasanya barang siapa membacanya pada satu hari maka dia tidak akan mati pada hari tsb, sebagaimana diriwayatkan dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam َ Fadhilah Khusus dari Surat At-Taubah Ayat 128-129 ?  Dalam Kitab Mujarrabat Ad-Dairabi Al-Kabir, karya Syeikh Ahmad Dairabi, halaman 42, cetakan Mathba’ah Musthafa Muhammad, Mesir, diterangkan: Dalam satu riwaayat, dia tidak akan dibunuh, dan tidak akan dibukul dengan besi. Jika dia membacanya di malam hari maka sebagaimana yang disebutkan diatas (maksudnya dia tidak akan mati di malam hari tsb). Hadits ini dituturkan oleh ba'dhusholihin. عن الشيخ التجاني ا من قرأ آية الحرص ( لقد جاءكم رسول من أنفسكم...........) مرة بعد صلاة الصبح حفظ قلبه و بعد صلاة الظهر (مرة) أحيا قلبه و ثبته في الحياة الدنيا و الآخرة و بعد صلاة العصر (مرة)لم يمت موت الفجأة و بعد صلاة المغرب (مرة) رزق الاستقامة و بعد صلاة العشاء (مرة) حفظ من كبار المعاصي و بعد الوتر (مرة) كفى أمر الر...