Langsung ke konten utama

ASMAUL HUSNA AL-AZIZ (العزيز)

Arti Al-Aziz

Secara bahasa, Al-Aziz (العزيز) berasal dari akar kata ‘azza – ya’izz – ‘izzatan yang berarti kuat, perkasa, mulia, dan tidak terkalahkan. Al-Aziz adalah salah satu nama Allah yang menunjukkan bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Mulia, dan tidak ada satu pun yang mampu mengalahkan.

Istilah Al-Aziz

Dalam istilah, Al-Aziz menggambarkan sifat Allah sebagai Zat yang memiliki kekuatan tak tertandingi, kehormatan yang sempurna, serta keagungan yang mutlak. Allah dengan sifat Al-Aziz tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kewibawaan dan otoritas mutlak atas seluruh makhluk-Nya.

Dalil dari Al-Qur'an dan Hadis

Dalil Al-Qur'an:
Allah berfirman:
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
"Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang."
(QS. Asy-Syu’ara: 9)

Dalil lain:
لِلَّهِ ٱلۡعِزَّةُ جَمِيعًاۚ
"Kemuliaan itu semuanya milik Allah."
(QS. Fathir: 10)

Dalil Hadis:
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ يُحِبُّ الْعِزَّةَ
“Sesungguhnya Allah Maha Perkasa dan mencintai sifat yang mulia.”
(HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)

Berikut adalah beberapa pendapat ulama tentang Asmaul Husna Al-Aziz beserta dalil dalam bahasa Arab:

1. Pendapat Imam Al-Ghazali
Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Al-Maqsad Al-Asna menjelaskan bahwa Al-Aziz memiliki tiga makna utama:

*Kekuasaan yang tak tertandingi: Allah memiliki kekuatan yang tidak dapat dilawan oleh siapa pun.
*Kemuliaan yang sempurna: Tidak ada makhluk yang dapat menyamai Allah dalam kemuliaan-Nya.
* Keistimewaan tanpa bandingan: Allah tidak memiliki tandingan atau sekutu dalam sifat-sifat-Nya.

Dalil Al-Qur'an:
وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ
"Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
(QS. Ibrahim: 4)

2. Pendapat Ibnu Katsir
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Al-Aziz berarti:

Allah memiliki keperkasaan dan kekuatan mutlak, sehingga tidak ada yang mampu melawan kehendak-Nya.

Allah Maha Mulia, sehingga segala kehinaan dan kelemahan tidak mungkin melekat pada-Nya.

Al-Aziz juga menunjukkan sifat Allah yang meliputi segala sesuatu dengan keagungan-Nya.

Dalil Al-Qur'an:
تَبَارَكَ ٱسۡمُ رَبِّكَ ذِي ٱلۡجَلَٰلِ وَٱلۡإِكۡرَامِ
"Maha Suci nama Tuhanmu Yang Mempunyai Keagungan dan Kemuliaan."
(QS. Ar-Rahman: 78)

3. Pendapat Imam Qurthubi
Imam Qurthubi dalam tafsirnya menekankan bahwa Al-Aziz adalah nama Allah yang menunjukkan:

Kekuasaan absolut: Semua makhluk berada di bawah kehendak dan kekuatan-Nya.

Kemuliaan tanpa tanding: Allah adalah sumber kemuliaan dan kehormatan.

Keunikan: Tidak ada yang bisa menyerupai atau menyaingi-Nya dalam sifat-sifat ini.


Dalil Al-Qur'an:
وَلِلَّهِ ٱلۡعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِۦ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ
"Padahal kemuliaan itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin."
(QS. Al-Munafiqun: 8)


4. Pendapat Imam As-Sa’di
Menurut Imam As-Sa’di dalam tafsirnya, Al-Aziz mencakup:

Kehormatan: Allah adalah sumber segala kehormatan yang sejati.

Kekuasaan: Allah adalah penguasa yang tidak dapat dikalahkan oleh apa pun.

Keagungan: Keagungan Allah tampak dalam penciptaan langit dan bumi serta pengaturan alam semesta.

Dalil Al-Qur'an:
إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ ذُو ٱنتِقَامٍ
"Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi mempunyai pembalasan."
(QS. Ibrahim: 47)

5. Pendapat Al-Baghawi

Al-Baghawi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Al-Aziz berarti Allah Maha Kuat, Maha Mulia, dan Maha Agung. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu mengalahkan-Nya, dan kehendak-Nya pasti terlaksana.

Dalil Al-Qur'an:
فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ
"Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar."
(QS. Al-Haqqah: 52)

Khasiat Al-Aziz
Mengingat dan mengamalkan Asmaul Husna Al-Aziz memiliki banyak khasiat, di antaranya:

Mendatangkan rasa percaya diri dan keberanian menghadapi tantangan.

Menanamkan kesadaran bahwa hanya Allah yang memiliki kekuatan sejati, sehingga terhindar dari sifat sombong.

Membantu seseorang untuk menjadi pribadi yang terhormat dan dihormati orang lain.

"Barang siapa yang berzikir dengan asma YA AZIZU YA JABBAR selama 40 hari tiap-tiap hari dibaca sebanyak 40 kali niscaya Allah akan menolongnya dan memuliakannya sehingga ia tidak lagi membutuhkan bantuan seorang makhluk pun atas dirinya".


Komentar

Postingan populer dari blog ini

CIRI-CIRI BUROK DALAM HADIST SHOHIH

Ciri-Ciri Buraq dalam Hadis: Pemahaman dan Penjelasan Buraq merupakan makhluk yang sangat penting dalam perjalanan Isra' dan Mi'raj yang dialami oleh Nabi Muhammad ﷺ. Perjalanan ini mengisahkan tentang perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dan kemudian menuju langit. Salah satu elemen penting dalam perjalanan tersebut adalah Buraq, kendaraan yang digunakan oleh Rasulullah ﷺ. Banyak cerita yang berkembang mengenai rupa dan sifat Buraq, namun dalam artikel ini kita akan membahasnya berdasarkan hadis-hadis sahih serta penjelasan dari para ulama. 1. Sifat Buraq dalam Hadis Deskripsi Buraq Menurut Hadis Shahih. Buraq digambarkan dalam hadis sebagai makhluk yang memiliki sifat fisik yang luar biasa. Salah satu hadis yang paling terkenal tentang Buraq diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Dalam hadis tersebut, Rasulullah ﷺ menyatakan bahwa Buraq adalah hewan yang berwarna putih dan memiliki ukuran tubuh yang unik: Teks Arab: عَنْ أَنَسٍ رَضِ...

Latudrikuhul Absoru,Surat Al-An’am Ayat 103, dan Hikmah di dalamnya.

Mengutip buku Teologi Islam susunan Muhammad Ridwan Efendi (2021), Allah adalah Dzat yang Maha Melihat. Dia bisa melihat segala perbuatan manusia, baik yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Firman Allah SWT, surat Al-An'am : 103 لَا تُدْرِكُهُ الْاَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْاَبْصَارَۚ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ Latudrikuhul absoru wa huwa yudrikul absooro wa huwalathiiful khobiir Artinya: “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah  Yang Mahahalus, Mahateliti.” Tafsir Ayat a. Tafsir Jalalayn Mata makhluk tidak mampu melihat Allah di dunia karena keterbatasan makhluk, sedangkan Allah melihat segala sesuatu tanpa batas. Dia adalah al-Lathif (Yang Maha Halus), yaitu yang mengetahui hal paling tersembunyi, dan al-Khabir (Yang Maha Mengetahui), yaitu yang mengetahui segala perbuatan makhluk. b. Tafsir Ibnu Katsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan kemahakuasaan Allah yang tidak ...

KHASIAT SURAT AT-TAUBAH AYAT 128-129

Diantara khasiat dua ayat ini maksudnya LAQAD JAA`AKUM s/d akhir surat, bahwasanya barang siapa membacanya pada satu hari maka dia tidak akan mati pada hari tsb, sebagaimana diriwayatkan dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam َ Fadhilah Khusus dari Surat At-Taubah Ayat 128-129 ?  Dalam Kitab Mujarrabat Ad-Dairabi Al-Kabir, karya Syeikh Ahmad Dairabi, halaman 42, cetakan Mathba’ah Musthafa Muhammad, Mesir, diterangkan: Dalam satu riwaayat, dia tidak akan dibunuh, dan tidak akan dibukul dengan besi. Jika dia membacanya di malam hari maka sebagaimana yang disebutkan diatas (maksudnya dia tidak akan mati di malam hari tsb). Hadits ini dituturkan oleh ba'dhusholihin. عن الشيخ التجاني ا من قرأ آية الحرص ( لقد جاءكم رسول من أنفسكم...........) مرة بعد صلاة الصبح حفظ قلبه و بعد صلاة الظهر (مرة) أحيا قلبه و ثبته في الحياة الدنيا و الآخرة و بعد صلاة العصر (مرة)لم يمت موت الفجأة و بعد صلاة المغرب (مرة) رزق الاستقامة و بعد صلاة العشاء (مرة) حفظ من كبار المعاصي و بعد الوتر (مرة) كفى أمر الر...