Langsung ke konten utama

ASMAUL HUSNA ARROHMAN -ARROHIIM الرحمن - الرحيم

Abdullah bin Mubarok berkata "Ar-Rahman itu ialah jika ia di minta dia memberi, dan Ar-Rohim itu ialah jika tidak diminta Ia marah". 

Sedangkan Al-Suda berkata "Ar-Rahman itu melenyapkan kesulitan dan Ar-Rohim itu mengampuni dosa." dikatakan bahwa Ar-Rahman itu ialah zat yang berbuat baik atau ( Al Muhsin ) atau zat yang menghendaki kebaikan yakni Rahmat yang merupakan kebajikan dan kebaikan.

Pendapat lain  mengatakan bahwa Ar-Rahman itu maksudnya adalah "zat yang menutupi merahasiakan dosa-dosa hambanya di dunia sedangkan Ar-Rohim itu maksudnya adalah zat yang mengampuni dosa-dosa hambanya di akhirat".

Faedahnya :

 ‏قل ا دعوالله اوادعواالرحمن اياما  
تدعوا فله الاسماء الحسنى

Katakanlah: serulah Allah atau serulah ar-rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Asmaul Husna ( nama-nama yang baik ) .... (Quran surat al-isra: 110 )

Rahmat yang dipahami dari kata Ar-Rahman itu sangat sulit sekali dijangkau oleh kemampuan manusia, sebab ar-rahman adalah: 

Pertama, kasih sayang terhadap hamba dengan pengadaan. 

Kedua, petunjuk kepada iman, dan menjadikan sebab-sebab kebahagiaan di akhirat. 
Ketiga, pemberian nikmat dengan memandang wajahnya yang mulia pada hari akhirat kelak.
_______________________________
Khasiatnya: 

1. Sebagian ulama lain menyatakan pula pendapat mereka dalam hal perbedaan lafadz Ar-Rahman dan Ar-Rohim itu sebagai berikut: "Ar-Rahman itu adalah pemberi nikmat secara global. Dan Ar-Rohim itu adalah pemberi nikmat secara terperinci."

Khasiat Isim Ar Rahman dapat melenyapkan segala sesuatu yang tidak disukai oleh orang yang berdzikir dengannya barang siapa yang mengamalkan dan membacanya YAA ROHMAANU 100 kali tiap-tiap selesai mengerjakan salat fardu, maka dengan izin Allah akan hilanglah sifat lalai dan lupa dari dalam dirinya.

2. khasiat dari isim Ar-Rohim adalah bahwasanya ia melembutkan hati orang yang berzikir dengan membacanya YAA ROHIIMU 100 kali, sehingga orang itu menjadi kasihan terhadap dirinya dengan jalan menjalankan segala perbuatan taat, dan menyayangi semua makhluk Allah dengan jalan bersikap belas kasihan terhadap mereka. 

3. Barang siapa takut terjerumus kepada perbuatan yang tidak disukainya, maka hendaklah ia berzikir dengan isim YAA ROHMAANU YAA ROHIIM ini sebanyak 100 kali maka Allah subhanahu wa ta'ala akan menjaganya dari hal-hal perbuatan yang tidak disukainya.

4. Barang siapa yang membaca YAA ROHMAANU YAA ROHIIM sebanyak 500 kali dalam sehari maka Allah SWT akan menanamkan rasa kasih sayang dalam hati setiap orang kepadanya.
_______________________________
Berakhlak dengan kedua isim ini menjadikan seorang suka menolong orang-orang miskin dan bersikap belas kasihan terhadap hamba-hamba Allah semuanya, baik yang taat maupun yang durhaka, dalam kaitannya dengan hal ini sebagaimana orang Arif berpesan: "sayangilah siapa yang ada di bumi niscaya engkau akan disayangi oleh siapa yang ada di langit."
Sumber: perguruan Al-HIKMAH


Komentar

Postingan populer dari blog ini

CIRI-CIRI BUROK DALAM HADIST SHOHIH

Ciri-Ciri Buraq dalam Hadis: Pemahaman dan Penjelasan Buraq merupakan makhluk yang sangat penting dalam perjalanan Isra' dan Mi'raj yang dialami oleh Nabi Muhammad ﷺ. Perjalanan ini mengisahkan tentang perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dan kemudian menuju langit. Salah satu elemen penting dalam perjalanan tersebut adalah Buraq, kendaraan yang digunakan oleh Rasulullah ﷺ. Banyak cerita yang berkembang mengenai rupa dan sifat Buraq, namun dalam artikel ini kita akan membahasnya berdasarkan hadis-hadis sahih serta penjelasan dari para ulama. 1. Sifat Buraq dalam Hadis Deskripsi Buraq Menurut Hadis Shahih. Buraq digambarkan dalam hadis sebagai makhluk yang memiliki sifat fisik yang luar biasa. Salah satu hadis yang paling terkenal tentang Buraq diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Dalam hadis tersebut, Rasulullah ﷺ menyatakan bahwa Buraq adalah hewan yang berwarna putih dan memiliki ukuran tubuh yang unik: Teks Arab: عَنْ أَنَسٍ رَضِ...

Latudrikuhul Absoru,Surat Al-An’am Ayat 103, dan Hikmah di dalamnya.

Mengutip buku Teologi Islam susunan Muhammad Ridwan Efendi (2021), Allah adalah Dzat yang Maha Melihat. Dia bisa melihat segala perbuatan manusia, baik yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Firman Allah SWT, surat Al-An'am : 103 لَا تُدْرِكُهُ الْاَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْاَبْصَارَۚ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ Latudrikuhul absoru wa huwa yudrikul absooro wa huwalathiiful khobiir Artinya: “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah  Yang Mahahalus, Mahateliti.” Tafsir Ayat a. Tafsir Jalalayn Mata makhluk tidak mampu melihat Allah di dunia karena keterbatasan makhluk, sedangkan Allah melihat segala sesuatu tanpa batas. Dia adalah al-Lathif (Yang Maha Halus), yaitu yang mengetahui hal paling tersembunyi, dan al-Khabir (Yang Maha Mengetahui), yaitu yang mengetahui segala perbuatan makhluk. b. Tafsir Ibnu Katsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan kemahakuasaan Allah yang tidak ...

KHASIAT SURAT AT-TAUBAH AYAT 128-129

Diantara khasiat dua ayat ini maksudnya LAQAD JAA`AKUM s/d akhir surat, bahwasanya barang siapa membacanya pada satu hari maka dia tidak akan mati pada hari tsb, sebagaimana diriwayatkan dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam َ Fadhilah Khusus dari Surat At-Taubah Ayat 128-129 ?  Dalam Kitab Mujarrabat Ad-Dairabi Al-Kabir, karya Syeikh Ahmad Dairabi, halaman 42, cetakan Mathba’ah Musthafa Muhammad, Mesir, diterangkan: Dalam satu riwaayat, dia tidak akan dibunuh, dan tidak akan dibukul dengan besi. Jika dia membacanya di malam hari maka sebagaimana yang disebutkan diatas (maksudnya dia tidak akan mati di malam hari tsb). Hadits ini dituturkan oleh ba'dhusholihin. عن الشيخ التجاني ا من قرأ آية الحرص ( لقد جاءكم رسول من أنفسكم...........) مرة بعد صلاة الصبح حفظ قلبه و بعد صلاة الظهر (مرة) أحيا قلبه و ثبته في الحياة الدنيا و الآخرة و بعد صلاة العصر (مرة)لم يمت موت الفجأة و بعد صلاة المغرب (مرة) رزق الاستقامة و بعد صلاة العشاء (مرة) حفظ من كبار المعاصي و بعد الوتر (مرة) كفى أمر الر...