Langsung ke konten utama

BULAN RAJAB

Rajab adalah salah satu dari empat bulan yang mulia. Pada bulan ini rahmat Allah bertebaran di muka bumi. Terdapat peristiwa besar pada bulan Rajab yaitu Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa Isra Miraj merupakan perjalanan panjang Rasulullah dari Makkah ke Baitul Maqdis kemudian dari Baitul Maqdis ke Sidratul Muntaha.

Mukjizat Rasulullah SAW ini diyakini sebagai perjalanan fisik dan spiritual yang luar biasa. Pada saat itulah perintah sholat fardhu diberikan langsung oleh Allah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Peristiwa Isra Mi'raj itu terjadi pada tanggal 27 Rajab. Maka dari itu sebagai Muslim kita dianjurkan membaca doa pada 27 Rajab.

Lantas bagaimana bacaan doa 27 Rajab? Ini dia bacaan doanya!

Di antara doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam 27 Rajab ialah berikut ini


اَللَّهُمَّ طَهِّرْ لِسَانِيْ مِنَ اْلكَذِبِ وَقَلْبِيْ مِنَ النِّفَاقِ وَعَمَلِيْ مِنَ الرِّيَاءِ وَبَصَرِيْ مِنَ اْلخِيَانَةِ فَأِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ اْلاَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُوْرُ

Allahumma thohhir lisaanii minal kadzibi wa qolbii minan nifaaqi wa ‘amalii minar riyaa-i wa bashorii minal khiyaanati fa innaka ta’lamu khoo-inatal a’yuni wa maa tukhfish shuduuru.

Artinya:

“ Ya Allah, sucikanlah lisanku dari dusta, sucikanlah hatiku dari kemunafikan, sucikanlah amalku dari riya, sucikanlah penglihatanku dari khianat, sesunguhnya Engkau mengetahui pengkhianatan mata dan apa yang disembunyikan oleh hati.”

Amalan Sunah Bulan Rajab

Selama bulan Rajab, sebaiknya kita mengisinya dengan amalan-amalan sunah seperti berpuasa dan memperbanyak amal kebajikan. Berikut amalan yang dapat Sahabat Dream lakukan selama Bulan Rajab:

1. Puasa Sunah

Terdapat banyak puasa sunah di dalam Islam, salah satunya adalah puasa rajab. Puasa yang dilaksanakan selama Bulan Rajab ini telah dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim berikut ini

“ Utsman bin Hakim al-Anshari berkata, ‘Saya pernah bertanya kepada Sa’id Ibnu Jubair terkait puasa Rajab dan kami pada waktu itu berada di bulan Rajab. Said menjawab, ‘Saya mendengar Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah saw berpuasa (berturut-turut) hingga kami menduga beliau saw selalu berpuasa, dan beliau tidak puasa (berturut-turut) sampai kami menduga beliau tidak puasa’.” (HR. Muslim)

2. Sholat Malam

Tak hanya puasa sunnah, amalan lain yang dapat  lakukan pada bulan Rajab ialah bangun malam untuk sholat malam. Amalan sunnah ini dilaksanakan secara rutin oleh Sayyidina Ali. Dalam kitab al-Ghun-yah karya Syekh Abdul Qadir Jaelani menyebutkan, Sayyidina Ali fokus menjalankan ibadah pada empat malam dalam satu tahunnya. Di mana salah satunya adalah pada malam pertama bulan Rajab. Pada malam ini, disunahkan pula membaca doa masuk Bulan Rajab.

3. Perbanyak Mohon Ampun

Ampunan Allah sangatlah luas bagi hamba-Nya, termasuk pada waktu bulan Rajab. Maka selama bulan ini sebaiknya kita memperbanyak istighfar untuk memohon ampunan atas segala khilaf dan dosa.

“ Barangsiapa mengucapkan Astaghfirullahal ‘adzim alladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih (Aku meminta ampunan kepada Allah yang Maha Agung yang tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan berdiri sendiri. Aku bertaubat kepada-Nya) tiga kali, maka dosa-dosanya telah diampuni meskipun ia lari dari medan peperangan (di mana hal itu adalah termasuk dosa yang besar).”

4. Perbanyak Baca Sholawat

Selanjutnya, kita juga dianjurkan memperbanyak membaca sholawat selama bulan Rajab. Anjuran membaca sholawat ini diterangkan dalam firman Allah SWT melalui surat Al-Ahzab ayat 56 sebagai berikut:

“ Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”


Doa Masuk Bulan Rajab

Ketika memasuki bulan Rajab, umat Islam dianjurkan untuk memohon keberkahan hidup kepada Allah SWT. Dalam doa bulan rajab ini juga terkandung permohonan agar diberikan umur panjang untuk menyambut bulan Sya'ban hingga bisa bertemu dengan Bulan Ramadhan mendatang. Doa ini pernah dibaca Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam sebuah hadis. Begini bacaan doa saat memasuki Bulan Rajab:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ


Allâhumma barik lana fi Rajaba wa Sya‘bâna wa ballighna Ramadhana

Artinya:

“ Ya Allah, berkatilah kami pada Bulan Rajab dan Bulan Sya’ban. Sampaikan kami dengan Bulan Ramadhan"

10 hari bulan pertama 

سبحان الله الحي القيوم  × 100


10 hari bulan ke dua 

سبحان الله الاحدالصمد.  × 100


10 hari bulan ke tiga 

سبحان الله الرءوف  × 100 


Setiap hari membaca pagi dan sore 

"ROBBIGHFIRLII WARHAMNII WATUB'ALAYYA".....70×






Komentar

Postingan populer dari blog ini

CIRI-CIRI BUROK DALAM HADIST SHOHIH

Ciri-Ciri Buraq dalam Hadis: Pemahaman dan Penjelasan Buraq merupakan makhluk yang sangat penting dalam perjalanan Isra' dan Mi'raj yang dialami oleh Nabi Muhammad ﷺ. Perjalanan ini mengisahkan tentang perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dan kemudian menuju langit. Salah satu elemen penting dalam perjalanan tersebut adalah Buraq, kendaraan yang digunakan oleh Rasulullah ﷺ. Banyak cerita yang berkembang mengenai rupa dan sifat Buraq, namun dalam artikel ini kita akan membahasnya berdasarkan hadis-hadis sahih serta penjelasan dari para ulama. 1. Sifat Buraq dalam Hadis Deskripsi Buraq Menurut Hadis Shahih. Buraq digambarkan dalam hadis sebagai makhluk yang memiliki sifat fisik yang luar biasa. Salah satu hadis yang paling terkenal tentang Buraq diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Dalam hadis tersebut, Rasulullah ﷺ menyatakan bahwa Buraq adalah hewan yang berwarna putih dan memiliki ukuran tubuh yang unik: Teks Arab: عَنْ أَنَسٍ رَضِ...

Latudrikuhul Absoru,Surat Al-An’am Ayat 103, dan Hikmah di dalamnya.

Mengutip buku Teologi Islam susunan Muhammad Ridwan Efendi (2021), Allah adalah Dzat yang Maha Melihat. Dia bisa melihat segala perbuatan manusia, baik yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Firman Allah SWT, surat Al-An'am : 103 لَا تُدْرِكُهُ الْاَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْاَبْصَارَۚ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ Latudrikuhul absoru wa huwa yudrikul absooro wa huwalathiiful khobiir Artinya: “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah  Yang Mahahalus, Mahateliti.” Tafsir Ayat a. Tafsir Jalalayn Mata makhluk tidak mampu melihat Allah di dunia karena keterbatasan makhluk, sedangkan Allah melihat segala sesuatu tanpa batas. Dia adalah al-Lathif (Yang Maha Halus), yaitu yang mengetahui hal paling tersembunyi, dan al-Khabir (Yang Maha Mengetahui), yaitu yang mengetahui segala perbuatan makhluk. b. Tafsir Ibnu Katsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan kemahakuasaan Allah yang tidak ...

KHASIAT SURAT AT-TAUBAH AYAT 128-129

Diantara khasiat dua ayat ini maksudnya LAQAD JAA`AKUM s/d akhir surat, bahwasanya barang siapa membacanya pada satu hari maka dia tidak akan mati pada hari tsb, sebagaimana diriwayatkan dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam َ Fadhilah Khusus dari Surat At-Taubah Ayat 128-129 ?  Dalam Kitab Mujarrabat Ad-Dairabi Al-Kabir, karya Syeikh Ahmad Dairabi, halaman 42, cetakan Mathba’ah Musthafa Muhammad, Mesir, diterangkan: Dalam satu riwaayat, dia tidak akan dibunuh, dan tidak akan dibukul dengan besi. Jika dia membacanya di malam hari maka sebagaimana yang disebutkan diatas (maksudnya dia tidak akan mati di malam hari tsb). Hadits ini dituturkan oleh ba'dhusholihin. عن الشيخ التجاني ا من قرأ آية الحرص ( لقد جاءكم رسول من أنفسكم...........) مرة بعد صلاة الصبح حفظ قلبه و بعد صلاة الظهر (مرة) أحيا قلبه و ثبته في الحياة الدنيا و الآخرة و بعد صلاة العصر (مرة)لم يمت موت الفجأة و بعد صلاة المغرب (مرة) رزق الاستقامة و بعد صلاة العشاء (مرة) حفظ من كبار المعاصي و بعد الوتر (مرة) كفى أمر الر...