Langsung ke konten utama

ASMAUL HUSNA AL MUHAIMIN (المهيمن )

Makna Al-Muhaimin

Al-Muhaimin (ٱلْمُهَيْمِنُ) adalah salah satu dari Asmaul Husna yang berarti "Yang Maha Memelihara", "Yang Maha Mengawasi", atau "Yang Maha Melindungi". Kata ini berasal dari akar kata bahasa Arab haymana, yang artinya menjaga, mengawasi, atau melindungi sesuatu. Allah disebut Al-Muhaimin karena Dia adalah pengawas dan pemelihara segala sesuatu di alam semesta, yang tidak pernah lengah atau lalai. 

Al Muhaimin berarti juga adalah hak Allah subhanahu wa ta'ala bahwa Dia mengurus keperluan semua makhlukNya, berupa pekerjaan mereka rezeki mereka dan ajal mereka: yaitu dengan memperhatikan, menguasai, dan memeliharanya. Jadi, yang menghimpunkan ketiga makna itulah Al Muhaimin,  dan itu tidak akan terkumpul secara mutlak dan sempurna kecuali bagi Allah subhanahu wa ta'ala semata.

Penjelasan Al-Muhaimin dari Tafsir Ulama

Para ulama memberikan penafsiran tentang sifat Al-Muhaimin sebagai berikut:

1. Imam Al-Qurtubi:
Al-Muhaimin adalah Allah yang menjadi saksi atas segala sesuatu dan melindungi hamba-Nya dari bahaya serta menjaga setiap makhluk dengan ilmu dan kekuasaan-Nya.

2. Ibnu Katsir:
Al-Muhaimin berarti Allah adalah pemelihara seluruh ciptaan-Nya. Dia menjaga mereka dengan sempurna, mengetahui segala amal mereka, dan memberikan rezeki kepada mereka tanpa lalai.

3. Imam Al-Ghazali:
Dalam kitab Al-Maqsad Al-Asna, Al-Ghazali menjelaskan bahwa Al-Muhaimin adalah Allah yang memelihara amal manusia, menyempurnakan perbuatan mereka, dan memberikan bimbingan kepada mereka agar tetap berada di jalan yang benar.

Khasiatnya dari Isim Al Muhaimin :
1. Barang siapa membacanya YA MUHAIMINU sebanyak 100 kali sudah mandi dan salat di tempat yang sunyi dengan memusatkan perhatian kepada Allah subhanahu wa ta'ala semata maka Allah akan menyucikan lahir dan batinnya

2. Barang siapa yang berdoa dengan asma YA MUHAIMINU sebanyak 100 kali,  bakda salat kemudian dia berdoa dengan doa di bawah  3 kali atau 7 Kali maka dia senantiasa dalam perlindungan dan pengawasan Allah yang Maha Memelihara:

Doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ الْمُهَيْمِنُ أَنْ تَحْفَظَنِي وَتُرَاقِبَنِي فِي كُلِّ أَمْرٍ وَتَحْمِينِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

Artinya:
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu Al-Muhaimin, jagalah aku, awasilah aku dalam setiap urusan, dan lindungilah aku dari segala keburukan."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

CIRI-CIRI BUROK DALAM HADIST SHOHIH

Ciri-Ciri Buraq dalam Hadis: Pemahaman dan Penjelasan Buraq merupakan makhluk yang sangat penting dalam perjalanan Isra' dan Mi'raj yang dialami oleh Nabi Muhammad ﷺ. Perjalanan ini mengisahkan tentang perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dan kemudian menuju langit. Salah satu elemen penting dalam perjalanan tersebut adalah Buraq, kendaraan yang digunakan oleh Rasulullah ﷺ. Banyak cerita yang berkembang mengenai rupa dan sifat Buraq, namun dalam artikel ini kita akan membahasnya berdasarkan hadis-hadis sahih serta penjelasan dari para ulama. 1. Sifat Buraq dalam Hadis Deskripsi Buraq Menurut Hadis Shahih. Buraq digambarkan dalam hadis sebagai makhluk yang memiliki sifat fisik yang luar biasa. Salah satu hadis yang paling terkenal tentang Buraq diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Dalam hadis tersebut, Rasulullah ﷺ menyatakan bahwa Buraq adalah hewan yang berwarna putih dan memiliki ukuran tubuh yang unik: Teks Arab: عَنْ أَنَسٍ رَضِ...

Latudrikuhul Absoru,Surat Al-An’am Ayat 103, dan Hikmah di dalamnya.

Mengutip buku Teologi Islam susunan Muhammad Ridwan Efendi (2021), Allah adalah Dzat yang Maha Melihat. Dia bisa melihat segala perbuatan manusia, baik yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Firman Allah SWT, surat Al-An'am : 103 لَا تُدْرِكُهُ الْاَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْاَبْصَارَۚ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ Latudrikuhul absoru wa huwa yudrikul absooro wa huwalathiiful khobiir Artinya: “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah  Yang Mahahalus, Mahateliti.” Tafsir Ayat a. Tafsir Jalalayn Mata makhluk tidak mampu melihat Allah di dunia karena keterbatasan makhluk, sedangkan Allah melihat segala sesuatu tanpa batas. Dia adalah al-Lathif (Yang Maha Halus), yaitu yang mengetahui hal paling tersembunyi, dan al-Khabir (Yang Maha Mengetahui), yaitu yang mengetahui segala perbuatan makhluk. b. Tafsir Ibnu Katsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan kemahakuasaan Allah yang tidak ...

KHASIAT SURAT AT-TAUBAH AYAT 128-129

Diantara khasiat dua ayat ini maksudnya LAQAD JAA`AKUM s/d akhir surat, bahwasanya barang siapa membacanya pada satu hari maka dia tidak akan mati pada hari tsb, sebagaimana diriwayatkan dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam َ Fadhilah Khusus dari Surat At-Taubah Ayat 128-129 ?  Dalam Kitab Mujarrabat Ad-Dairabi Al-Kabir, karya Syeikh Ahmad Dairabi, halaman 42, cetakan Mathba’ah Musthafa Muhammad, Mesir, diterangkan: Dalam satu riwaayat, dia tidak akan dibunuh, dan tidak akan dibukul dengan besi. Jika dia membacanya di malam hari maka sebagaimana yang disebutkan diatas (maksudnya dia tidak akan mati di malam hari tsb). Hadits ini dituturkan oleh ba'dhusholihin. عن الشيخ التجاني ا من قرأ آية الحرص ( لقد جاءكم رسول من أنفسكم...........) مرة بعد صلاة الصبح حفظ قلبه و بعد صلاة الظهر (مرة) أحيا قلبه و ثبته في الحياة الدنيا و الآخرة و بعد صلاة العصر (مرة)لم يمت موت الفجأة و بعد صلاة المغرب (مرة) رزق الاستقامة و بعد صلاة العشاء (مرة) حفظ من كبار المعاصي و بعد الوتر (مرة) كفى أمر الر...