KEUTAMAAN SHALAT DAN GANJARANNYA
Allah swt berfirman :
ان الصلاةكانت على المؤمنين كتاباموقوتا. ( النساء: ١٠٣)
"Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." [ Qs.An Nisa 4:103]
Nabi saw bersabda :"Lima shalat di wajibkan Allah atas hamba-hambanya maka barang siapa melaksanakannya dan tidak menyia-nyiakannya sesuatu darinya meremehkan terhadap haknya maka ada baginya di sisi Allah swt jaminan untuk memasukkannya ke surga. Dan barang siapa tidak melaksanakannya maka tidak ada baginya jaminan. Bila menghendaki maka Allah swt menyiksanya dan bila menghendaki maka Allah swt memasukkannya ke surganya."
Allah swt berfirman :
انّ الحسنت يذهبن السّيّات. (هود: ١١٤)
"Sesungguhnya perbuatan amal kebajikan itu menghapus dosa perbuatan amal yang buruk." [Qs. hud 11:114].
Imam Bukhari,Muslim dan para pengarang sunan meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud ra, bahwa ada seorang lelaki mencium wanita. Maka ia mendatangi Nabi dan bercerita kepada Nabi saw, seperti dia bertanya tentang penebusnya. Akhirnya turunlah ayat :
"Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang [pagi dan petang]." [Qs.Hud 11:114]
Lelaki itu lalu bertanya :"wahai Nabi apakah ayat ini turun untukku?", Nabi menjawab : "Itu bagi orang yang melakukan dari umatku."
Imam Ahmad ,Muslim mwriwayatkan dari Abi Umamah ra, bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi dan berkata : "Wahai rasul laksanakanlah hukuman Allah kepadaku." satu atau dua kali, namun Nabi berpaling darinya. Beberapa saat kemudian datang shalat.Dan ketika selesai Nabi bertanya : "Dimana lelaki itu ?". Kemudian seorang menjawab : "Akulah dia ya Nabi." Kemudian Nabi saw bertanya : " kamu menyempurnakan wudhu dan shalat bersama kami tadi?".Lelaki itu menjawab : "Ya". Nabi bersabda : " Maka sesungguhnya kesalahan mu di maafkan dan bersih seperti saat kamu dilahirkan ibumu, maka jangan kamu ulangi perbuatanmu itu." Pada saat itulah Nabi mendapat wahyu ayat 114 surat Hud di atas.
Nabi bersabda : "Barang siapa bertemu Allah sedang ia menyia-nyiakan shalat, maka Allah swt tidak peduli dengan sesuatu dari beberapa kebaikannya."
Nabi saw bersabda : " Barang siapa melaksanakan shalat lima waktu dengan menyempurnakan wudhunya dan pada waktu-waktunya maka shalat nya menjadi cahaya dan pembelanya di hari qiamat.Dan barang siapa meninggalkan shalat maka ia di kumpulkan bersama Fir'aun dan Hamman."
Ibn Umar r.a. berkata ; Rasulullah s.a.w. bersabda : "Pertama yang diwajibkan atas ummatku shalat lima waktu, dan pertama yang terangkat dari amal mereka shalat lima waktu, dan pertama yang akan ditanya dari amal mereka shalat lima waktu, maka siapa yang mengurangi sedikit daripadanya,
maka Allah ta'ala berkata kepada Malaikat :
"Lihatlah apakah kamu dapatkan pada hamba-Ku itu shalat sunnat untuk mencukupi kekurangan-kekurangannya dalam fardhu, dan perhatikan puasa hamba-Ku pada bulan Ramadhan, bila kamu dapatkan ia mengurangi maka lihatlah apakah hamba-Ku telah mengerjakan puasa sunnat yang dapat kamu tambahkan yang kurang-kurang dari puasa Ramadhan, kemudian lihatlah zakat hamba-Ku, maka jika ada kekurangan, maka apakah ada padanya sedekah sunnat yang dapat ditambahkan pada zakat .yang wajib itu, maka semua yang fardhu-fardhu itu diperhitungkan sedemikian, dan itu semata-mata rahmat dan karunia Allah, dan jika masih ada kelebihan dalam amal kebaikannya diletakkan dalam timbangan amalnya, dan dipersilakan masuk surga. Dan bila tidak sesuatu dari itu, maka diperintahkan kepada Malaikat Zabaniyah : Tangkaplah ia dengan tangan dan kakinya kemudian dilemparkannya kedalam neraka" (H.R. Alhakim)
Jabir r.a. berkata : Nabi s.a.w. bersabda :
"Perumpamaan shalat lima waktu itu bagaikan sungai yang lebar mengalir dimuka pintu salah satu kamu, lalu ia mandi daripadanya tiap hari lima kali. Apakah yang demikian itu masih ada ketinggalan kotorannya." (H.R. Muslim).
Abu Dzar r.a. berkata : Nabi s.a.w. keluar dimusim dingin, sedang daun pohon banyak rontok, maka ia mengambil dua dahan, sedang daunnya rontok maka bersabda : Hai Abu D-zar. Jawabku : Labbaika ya Rasulallah. Lalu bersabda :
"Seorang hamba muslim jika shalat dengan ikhlas karena Allah maka rontok dosa-dosanya sebagaimana rontok daun dari dahan pohon ini. " (H.R. Ahmad).
Ibn Umar r.a. berkata : "Sesungguhnya seorang hamba bila ia berdiri shalat maka diletakkan semua dosa-dosanya diatas kepala dan kedua bahunya, maka tiap-tiap ruku' atau sujud rontok (berjatuhan) dosa-dosanya itu" (H.R. Atthabarani, Albaihaqi).
Usman r.a. berkata : Nabi s.a.w. bersabda : "Tiada seorang muslim yang tiba padanya waktu shalat fardhu lalu ia menyempurnakan wudhu' dan khusyu' serta ruku', sujudnya melainkan shalat itu menjadi penebus dosanya yang telah lalu, selama ia tidak berbuat dosa besar, dan yang demikian itu sepanjang masa." (H.R. Muslim).
Anas r.a. berkata : "Tiada dua Malaikat yang mencatat amal itu, menghadap pada Allah membawa shalat seorang dua kali shalat, melainkan Allah berkata pada kedua Malaikat itu; Aku persaksikan pada kamu berdua bahwa Aku telah mengampunkan pada hambaKu dosa-dosa yang terjadi diantara dua kali shalat itu. (HR. Albaihaqi).
Komentar
Posting Komentar