Langsung ke konten utama

ADAB BERDOA

DO'A

Allah swt berfirman :
"Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai oranag-orang yang melampui batas." [Qs. Al.A'raf :55 ].

Firman Allah swt :
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (muhammad) tentang Aku, maka jawablah bahwa  sesungguhnya Aku begitu dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang meminta kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi segala perintah Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." [Qs.Albaqarah : 186]

Allah berfirman :
"Berdoalah kalian kepada-Ku, tentu Aku akan mengabulkan permohonanmu. Sungguh orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan terhina. " [Qs. Al Mukmin : 60 ].

Firman Allah :
"Berdoalah kepada Allah atau berdo'alah kepada Ar-Rahman, dengan nama yang mana saja kamu menyeru (berdo'a). Dia mempunyai al-Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), dan janganlah kamu mengeraskan suara dalam shalatmu dan jangan pula merendahkannya, dan carilah jalan tengah di antara keduanya." [Qs. Al-Isra :110]

Nabi Saw bersabda :
"Doa adalah ibadah." Lalu Nabi membaca ayat : " Berdo'alah kepada-Ku, tentu Aku kabulkan permintaanmu." (HR. Ashhabus Sunan dan Hakim dari Nu'man bin Basyir).

Sabda Nabi :
" Doa adalah inti (otak) dari ibadah." ( HR.Tirmidzi dari Annas).

Sabda Nabi :
" Tidak ada sesuatu yang lebih mulai dalam pandangan Allah swt bila di banding dengan Do'a." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majjah).

Sabda Nabi saw :
"Apabila seorang berdoa, ia pasti akan memperoleh salah satu dari tiga hal : 1. Dosanya terampuni, 2. Mendapatkan kebaikan di dunia ini, 3. Pahala yang diterima di akherat nanti lantaran ia berdo'a." (HR.Daelami dari Annas).

Nabi saw bersabda :
"Mintalah anugrah kepada Allah swt sebab Allah senang bila dimintai sesuatu oleh hamba-Nya sedang sebaik-baiknya  ibadah adalah bersabar menantikan kelonggaran (dikabulkannya Do'a)." [HR. Tirmidzi dari Ibnu Mas'ud]

Al Ghazali dalam Kitab Ihya menjelasakan dan menerangkan tentang sepuluh etika cara berdo'a, yaitu:

1. Memilih waktu yang baik
  Dalam berdo'a, hendaklah memilih waktu yang baik, agar doa yang dipanjatkan dikabulkan Allah Swt. Misal pada hari Arafah, Bulan Ramadhan, hari Jum'at, dan pada waktu sahur di setiap malam.
Allah berfirman :
"Mereka sedikit sekali tidur di malam hari, dan di akhir malam mereka meminta ampunan kepada Allah swt." [ Qs. Ad-Dzariyat : 17-18 ]
Nabi bersabda :
"Pada setiap sepertiga malam yang terakhir Allah turun kelangit dunia seraya berfirman : "Barang siapa berdo'a kepada-Ku pasti Aku kabulkan. Barang siapa meminta sesuatu pada-Ku pasti Aku beri. Barang siapa memohon ampunan kepada-Ku pasti Aku ampuni." [HR. Bukhari dan muslim].
Do'a di waktu sahur sangat mustajab, di riwayatkan Nabi Ya'kub as selalu mengajak keluarganya berdo'a pada waktu sahur tersebut, sehingga anak cucu Nabi Ya'kub as menjadi insan-insan pilihan dan beriman. Nabi Ya'kub berkata : "Aku memintakan ampunan kepada Allah swt atas dosa-dosa kalian." Lalu di jawab oleh Allah swt, " Sesungguhnya aku telah mengampuni dosa anak.cucumu serta menjadikan mereka manusia pilihan mulia lantaran doa mu di waktu sahur."

2. Memilih Keada'an yang baik
Pada hakekatnya waktu yang baik berkaitan erat dengan keada'an yang baik. Wàktu sahur misalny, adalah waktu dimana hati manusia sedang bersih , ikhlas, dan terbebas dari segala pengaruh.

Sahabat Nabi Abi Hurairah menerangkan, bahwa pintu-pintu langit terbuka ketika berkecamuk perang menegakkan agama Allah, ketika turun hujan, dan ketika didirikan shalat fardhu berjama'ah. Maka sempatkan waktu berdo'a pada waktu itu." maka itu lah tempat keadaan yang baik.

Nabi bersabda :
"Doa yang dipanjatkan antara adzan dan iqomah pasti di kabulkan." [HR.Abu Dawud Nasai dan Tirmudzi dari Annas]

Adapun waktu yang baik yaitu ketika sujud termasuk waktu ijabah ( terkabulnya Do'a ). Nabi saw bersabda : "Waktu yang paling dekat antara hamba dan Tuhannya adalah ketika sujud, karena itu perbanyaklah do'a ketika itu." [HR. Muslim dari Abi Hurairah ]
Sabda Nabi saw : "Aku dilarang membaca Al-qur'an ketika sedang ruku' dan sujud. Ketika sujud agungkanlah Tuhan mu. Dan ketika sujud, berdo'alah dengan sungguh-sungguh. Sebab do'a yang kamu panjatkan ketika sujud pasti di kabulkan." [ HR. Muslim dari Ibnu Abbas ].

3. Menghadap Kiblat dan Mengangkat Tangan
Rosullullah Saw bersabda : "Sungguh Tuhanmu yang Maha Hidup lagi Maha Mulia merasa malu untuk tidak mengabulkan permohonan hamba-Nya yang berdo'a sambil mengangkat tangan." [HR. Abu Dawud dan Tirmidzi dari Salman].

Suatu ketika Nabi saw berjalan melewatinorang yang berdo'a sambil menggerakkan kedua jari telunjuknya dan jari tengahnya. Lalu Nabi berkata : " Satu saja, satu saja. Cukup dengan menggwrakkan jari telunjuk !" [ HR. Ibnu Majah dan Hakim dari Abi Hurairoh ].

Sahabat Annas menerangkan, bahwa Nabi saw apabila berdo'a mengangkat tangan tinggi-tinggi hingga kulit putih ketiaknya kelihatan, dan selalu berisyarah dengan dua jari telunjuknya.' [ HR. Muslim dari Annas ].
Dalam hal mengangkat tangan ketika berdo'a, sahabat Nabi saw, Abi Darda' beliau menerangkan ,"Angkatlah tinggi-tonggi tanganmu sebelum dibelenggu dengan belenggu."

Setelah selesai berdo'a, sebaiknya mengusap kedua telapak tangan keatas wajah. Umar bin Khatab menerangkan, bahwa Nabi saw apabila mengangkat tangan dalam berdo'a tidak pernah mengembalikan pada posisi semula hingga Beliau lebih dahlulu mengusap kedua telapak tangan keatas wajahnya." [HR. Tirmidzi dan Hakim dari Umar bin Khatab ].

Dalam berdo'a jangan mengankat pandangan mata keatas, Nabi mengingatkan, "orang-orang yang berdo'a sambil.mengangakat pandangan mata ke atas hendaklah berhenti dari kebiasaanmya itu, atau Allah swt akan membutakan mata mereka ( kalau tidak mau berhenti )." [HR. Muslim dari Abu Hurairah ].

4. Dengan Suara Lembut
Sahabat Abu Musa Al-Asy'ari beliau menerangakan : "Suatu ketika kami pulang ke Madinah bersama Nabi saw, ketika sudah dekat dengan kota Madinah, beliau bertakbir, lalu para sahabat pun bertakbir dengan suara lantang lagi keras, lantas Beliau mengingatkan, "Hai manusia sungguh Allah yang kalian agungkan tidak tuli lagi pula tidak ghaib ( berada di antara kita ). Allah berada antara kalian dengan kendaraan kalian." [ HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asya'ri ].

Firman Allah :
"Berdo'alah kalian kepada Tuhanmu dengan penuh ketadharu'an ( merendahkan diri ) dan suara yang lembut." [Qs. Al-A'raf : 55].

5. Tidak Bersajak
Nabi bersabda: "Kelak akan ada sekelompok kaum yang keterlaluan dalam berdo'a." [HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hiban dan Hakim dari Abdullah bin Mughafil ].

Rasullullah Saw melarang berdo'a dengan bersajak, karena tidak mendatangkan kebaikan. Nabi bersabda : "Jauhilah oleh kalian bersajak dalam berdo'a cukup salah seorang diantara kamu membaca :
"ALLAHUMMA INNI AS ALUKAL JANNAH WAMAA QORROBA ILAIHA MIN QAULIW WA A'MALIW WA 'AUDZUBIKA MINAN NAARI WAMAA QORROBAA ILAIHAA MIN QAULIW WA 'AMALIN."
Artinya : "Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu surga dan hal-hal yang dapat mendekatkannya baik ucapan maupun perbuatan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka dan hal-hal yang dapat mendekatkannya, baik ucapan maupun perbuatan." [HR. Bukhari dari Ibnu Abbas].

Perlu dijelaskan sekali lagi bahwa yang dimaksud dengan bersajak adalah memilih teks-teks doa atau membuat sendiri yang kemudian disusun dengan nada bersajak. Sedang do'a yang ma'sur, sekalipun bersajak tidak ada larangan untuk dibaca. Adapun do'a yang maksur yaitu do'a yang pernah di baca dan diajarkan nabi kepada para sahabatnya.

6. Khusyu' dan Tadharu
  Khusyu' berarti konsentrasi penuh hanya kepada Allah swt dalam memohon kepada-Nya. Tadharu' berarti penuh harap dan rasa takut kepada Allah swt. Do'a yang dilandasi dan disertai dua sifat tersebut akan mudah dikabulkan oleh Allah swt.
Allah swt berfirman :
"Sungguh mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan baik, dan mereka kepada Kami ( Allah Swt ) dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami." [ QS. Al- Anbiya :90 ].

7. Yakin bahwa Do'a yang dipanjatkan pasti Terkabul
  Nabi Saw bersabda :
"Berdo'alah kepada Allah Swt dengan keyakinan bahwa do'a yang kalian panjatkan pasti dikabulkan oleh-Nya, ketahuilah Allah Swt tidak akan mengabulkan do'a orang yang didalam hatinya kosong ( tidak yakin dikabulkan )." [ HR. Tirmidzi dari Abi Hurairah ].

Sofyan bin Uyainah berpesan beliau berkata : "Janganlah dosa-dosa yang ada pada diri seseorang di antara kamu menghalangi untuk berdo'a. Sebab Allah swt mengabulkan pula do'a Iblis sejelek-jelek mahluk, yakni ketika Iblis berkata :"Tuhanku kalau begitu maka berikanlah tangguh kepadaku sampai dengan dimana hari manusia dibangkitkan." Jawab Allah Jalla Jalaluhu : "Kalau begitu maka sesungguhnya kamu ( iblis ) termasuk orang-orang yang diberi tangguh sampai hari yang telah ditentukan ( hari akhir kiamat )." [ QS. Al- Hijr : 36-38 ].

Nabi Saw bersabda : "Apabila salah seorang di anyara kalian berdo'a janganlah mengatakan : " Ya Allah ampunilah dosaku bila Engkau kehendaki. Ya Allah kasih sayangilah diriku bila Engkau kehendaki, tapi hendaklah ia mempertegas permohonannya, karena Allah tidak akan pernah merasa terpaksa ( untuk mengabulkannya )." [ HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ].

8. Diulang sampai Tiga Kali
Sahabat Ibnu Mas'ud menerangkan, bahwa Nabi Saw apabila berdo'a selalu diulang tiga kali." [ HR. Bukhari dan Muslim ].

Jangan tergesa-gesa dalam berdo'a dalam meminta terkabulnya do'a.
Nabi Saw bersabda ; "Doa salah seorang diantara kamu pasti dikabulkan, asal jangan tergesa-gesa untuk segera dikabul hingga ia berkata ; "Aku telah berdo'a, namun lama sekali belum dikabulkan." Dan apabila kamu berdo'a hendaklah meminta sesuatu yang banyak, karena kamu meminta kepada Yang Maha Mulia lagi Maha kaya." [ HR. Bukhari dan Muslim darAbi hurairah ].

8. Dimulai dengan Berzikir
  Salamah bi Akwa' beliau menerangkan : "Aku tidak pernah mendengar Nabi Saw berdo'a kecuali lebih dulu diawali dengan bacaan : "Subhana robbiyal 'aliyyil a'lal wahhab = Maha suci Allah yang Maha Luhur lagi Maha Pemberi." [ HR. Ahmad dan Hakim dari Salamah bin Akwa' ].

Abu Sulaiman Ad-Darani berkata :
"Barang siapa berdo'a kepada Allah Swt hendaklah diawali membaca shalawat Nabi, baru kemudian berdo,a. Setelah selesai hendaklah ditutup pula dengan baca'an sholawat karena Allah swt pasti mengabulkan do'a yang dipanjatkan antara dua bacaan shalawat."

Nabi saw bersabda :
"Apabila kalian meminta sesuatu kepada Allah maka mulailah dengan bacaan shawat kepadaku. Sebab Allah maha mulia, yang tidak mungkin dimintai dua permintaan lalu mengabulkan yang satu dengan menolak yang lain." [ HR. Abu Thalib Al-Maki dan termasuk hadis mauquf pada Abi Darda' ].

10. Etika Bathiniyah
  Adapun yang dimaksud dengan etika bathin yaitu, bertaubat atas dosa dan kesalahan menjauhi kezaliman dan kemaksiyatan, dan menghadap kepada Allah dengan harapan serta niat yang tulus dan kuat.

Abu Shiddiq An-Naji memberikan keterangan bahwa " Nabi Sulaiman As pernah keluar untuk shalat istisqo, bertemu dengan semut yang telentang, mengangkat kakinya keatas seraya berdo'a : "Ya Allah kami adalah senagian dari mahluk-Mu yang tidak bisa lepas dari rizki-Mu. Maka jangan Engkau hancurkan kami lantaran dosa yang diperbuat mahluk lain." Lalu Nabi Sulaiman As berkata kepada umatnya, "Kembalilah kalian, sungguh kalian akan mendapat siraman hujan lantaran sebab berkat do'a mahluk lain ( seekor semut )."

Nabi Isa As pernah juga keluar melaksanakan sholat Istisqo. Ketika orang-orang telah berkumpul Nabi Isa berkata : "Saudaraku, yang merasa memiki.dosa hendaklah pulang saja." Lalu mereka yang hadir pulang semua, tinggal satu orang yang tidak meninggalkan tempat. Nabi Isa lantas bertanya, "Adakah engaku tidak memiliki dosa ?". Jawab orang tersebut ," Demi Allah, aku tidak mengetahui dosa yang aku perbuat, kecuali pada suatu ketika aku sedang melakukan shalat tiba-tiba seorang wanita lewat didepanku, lalu aku memandangnya. Setelah ia pergi, aku sadar  lalu aku suduk mataku dengan jari." Nabi Isa kemudian mempersilakan lelaki itu berdo'a kepada Allah swt, dan mendungpun datang maka turunlah hujan."

Yahya Al- Ghasani menceritakan ; "Pada zaman Nabi Dawud As terjadi kemarau yang sangat panjang. Lalu Nabi Dawud memilih tiga orang ulama agar berdo'a memohon hujan kepada Allah swt.
Yang pertama berdo'a :
" Ya Allah, dalam taurat-Mu di perintahkan agar kami mengampuni orang-orang yang berbuat zalim. Ya Allah kami telah banyak berbuat kezaliman, maka ampunilah dosa-dosa kami."
Yang kedua berdo'a kepada Allah swt :
"Ya Allah dalam Taurat Mu diperintahkan agar kami memerdekan hamba sahaya. Ya Allah kami adalah hamba sahaya-Mu, maka merdekakanlah kami."
Yang ketiga berdo'a :
"Ya Allah dalam Taurat-Mu diperintahkan agar kami tidak  menolak orang miskin yang datang meminta-minta. Ya Allah, kami adalah orang miskin dihadapan-Mu, maka janganlah Engkau tolak permohonan kami." Lalu Allah menurunkan hujan kepada mereka."

Kisah diatas memberikan pelajaran yang sangat besar, bahwa hanya orang yang bertaubat, menjauhi kezaliman dan penuh pengharapan kepada Allah Swt sajalah yang do'anya akan diterima dan dikabulkan oleh-Nya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

CIRI-CIRI BUROK DALAM HADIST SHOHIH

Ciri-Ciri Buraq dalam Hadis: Pemahaman dan Penjelasan Buraq merupakan makhluk yang sangat penting dalam perjalanan Isra' dan Mi'raj yang dialami oleh Nabi Muhammad ﷺ. Perjalanan ini mengisahkan tentang perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dan kemudian menuju langit. Salah satu elemen penting dalam perjalanan tersebut adalah Buraq, kendaraan yang digunakan oleh Rasulullah ﷺ. Banyak cerita yang berkembang mengenai rupa dan sifat Buraq, namun dalam artikel ini kita akan membahasnya berdasarkan hadis-hadis sahih serta penjelasan dari para ulama. 1. Sifat Buraq dalam Hadis Deskripsi Buraq Menurut Hadis Shahih. Buraq digambarkan dalam hadis sebagai makhluk yang memiliki sifat fisik yang luar biasa. Salah satu hadis yang paling terkenal tentang Buraq diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Dalam hadis tersebut, Rasulullah ﷺ menyatakan bahwa Buraq adalah hewan yang berwarna putih dan memiliki ukuran tubuh yang unik: Teks Arab: عَنْ أَنَسٍ رَضِ...

Latudrikuhul Absoru,Surat Al-An’am Ayat 103, dan Hikmah di dalamnya.

Mengutip buku Teologi Islam susunan Muhammad Ridwan Efendi (2021), Allah adalah Dzat yang Maha Melihat. Dia bisa melihat segala perbuatan manusia, baik yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Firman Allah SWT, surat Al-An'am : 103 لَا تُدْرِكُهُ الْاَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْاَبْصَارَۚ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ Latudrikuhul absoru wa huwa yudrikul absooro wa huwalathiiful khobiir Artinya: “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah  Yang Mahahalus, Mahateliti.” Tafsir Ayat a. Tafsir Jalalayn Mata makhluk tidak mampu melihat Allah di dunia karena keterbatasan makhluk, sedangkan Allah melihat segala sesuatu tanpa batas. Dia adalah al-Lathif (Yang Maha Halus), yaitu yang mengetahui hal paling tersembunyi, dan al-Khabir (Yang Maha Mengetahui), yaitu yang mengetahui segala perbuatan makhluk. b. Tafsir Ibnu Katsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan kemahakuasaan Allah yang tidak ...

KHASIAT SURAT AT-TAUBAH AYAT 128-129

Diantara khasiat dua ayat ini maksudnya LAQAD JAA`AKUM s/d akhir surat, bahwasanya barang siapa membacanya pada satu hari maka dia tidak akan mati pada hari tsb, sebagaimana diriwayatkan dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam َ Fadhilah Khusus dari Surat At-Taubah Ayat 128-129 ?  Dalam Kitab Mujarrabat Ad-Dairabi Al-Kabir, karya Syeikh Ahmad Dairabi, halaman 42, cetakan Mathba’ah Musthafa Muhammad, Mesir, diterangkan: Dalam satu riwaayat, dia tidak akan dibunuh, dan tidak akan dibukul dengan besi. Jika dia membacanya di malam hari maka sebagaimana yang disebutkan diatas (maksudnya dia tidak akan mati di malam hari tsb). Hadits ini dituturkan oleh ba'dhusholihin. عن الشيخ التجاني ا من قرأ آية الحرص ( لقد جاءكم رسول من أنفسكم...........) مرة بعد صلاة الصبح حفظ قلبه و بعد صلاة الظهر (مرة) أحيا قلبه و ثبته في الحياة الدنيا و الآخرة و بعد صلاة العصر (مرة)لم يمت موت الفجأة و بعد صلاة المغرب (مرة) رزق الاستقامة و بعد صلاة العشاء (مرة) حفظ من كبار المعاصي و بعد الوتر (مرة) كفى أمر الر...