HAKIKAT TASAWUF/SUFISME
Mistisisme dalam Islam diberi nama Tasawuf dan oleh barat ( orientalis ) disebut sufisme.Kata sufisme dalam istilah orientalis Barat khusus di pakai untuk mistisisme Islam.Sufisme tidak dipakai untuk mistisisme yang terdapat dalam agama-agama lain.
Tasawuf merupakan suatu ilmu pengetahuan dan sebagai ilmu pengetahuan, yang mempelajari cara dan jalan bagaimana seorang islam dapat berada sedekat mungkin dengan penciptanya ALLAH SWT.
ASAL KATA SUFI
Tasawuf berasal dari kata Sufi.Menurut sejarah orang yang pertama memakai kata sufi adalah Abu Hasyim al-Kufi di irak (wafat tahun 150H).
Adapun mengenai asal atau etimologi kata Sufi berasal dari teori-teori berikut yang di kemukan :
1. Sufi berasal dari "Ahlus Shuffah" (اهل الصفّة) orang-orang yang ikut pindah dengan Nabi dari mekah ke medinah dan karena kehilangan harta,berada dalam keadaan miskin dan tidak mempunyai apapun.sungguh pun sangat miskin ahlus shuffah berhati baik dan mulia,itulah sifat sifat kaum sufi.
2.Sufi berasal dari kata Shof (صفّ) pertama.sebagaimana dengan orang sholat du shof pertama,mendapat kemuliaan dan pahala-demikian pula para sufi di muliakan dan di beri pahala oleh Allah SWT.
3.Sufi berasal dari صافى dan صفى yaitu suci. Seorang sufi adalah orang yang disucikan Alloh swt dan kaum sufi adalah orang-orang yang telah menyucika dirinya melalui latihan berat dan lama.
4.Sufi berasal dari kata yunani Sophos yang berarti hikmat. Orang sufi selalu berhubungan dengan hikmat, yaitu rahasia rahasia ketuhanan dan kebijaksanaan.
5.Sufi berasal dari kata Shuf (صوف), kain yang di buat dari bulu yaitu wol, hanya kain yang di pakai kaum sufi wol kasar bukan wol halus seperti yang dipakai sekarang. Memakai wol pada waktu itu pada waktu itu merupakan simbol kesederhanaan dan kemiskinan, lawannya ialah sutra. Kaum sufi golongan yang hidup sederhana dan dalam kemiskinan tetapi mereka berhati suci dan mulia.
Di antara kelima teori diatas, teori nomor limalah yang banyak di terima sebagai asal usul kata sufi.
JALAN SUFI UNTUK DEKAT KEPADA
ALLAH SWT TUHAN SEMESTA ALAM
Untuk berada dekat pada Tuhan ( Allah Swt ) seorang sufi harus menempuh jalan yang panjang dan berat,berisi stasiun-stasiun yang di sebut (maqomat) مقامات dalam istilah arab.
Abu Bakar Muhammad al-Kalabadi menerangkan dalam kitabnya "Ta'aruf li mahzhab ahl al-Tasawwuf". Menjelaskan jalan yang di tempuh seorang sufi meliputi ;
Tobat-Zuhud-Sabar-Kefakiran-kerendahan hati-Taqwa-Tawakal-Kerelaan-Cinta-Ma'rifat.
Abu Nasr al-Sarraj al-Tusi menyebut dalam "Al-luma". Jalan sufi meliputi:
Tobat-Waro-Zuhud-Kefakiran-Sabar-Tawakal-Ridho (rela hati)
Abu Hamid al-Ghozali dalam Ihya Ulum al-Din menjelaskan. Jalan sufi meliputi:
Tobat-Sabar-Kefakiran-Zuhud-Tawakal-Cinta-Ma'rifat-Ridho (kerelaan hati).
Menurut Abu al-Qosim Abd karim al-Qusyairi, jalan sufi meliputi:
Tobat-Wara-Zuhud-Tawakal-Sabar-ridho ( kerelaan hati).
Adapun yang biasa disebut dari jalan stasiun (maqomat) para sufi meliputi:
Tobat-Zuhud-Sabar-Tawakkal- Rido ( kerelaan hati).
Di atas stasiun (Maqomat) sufi terbagi lagi:
CINTA- MA'RIFAT-FANA' DAN BAQO (الفناء والبقاء)-PERSATUAN
Dan persatuan ( الاتّحاد) dapat mengambil bentuk al hulul atau wahdatul wujud.
Di samping istilah maqom terdapat juga faham tasauwuf istilah hal (حال). Hal merupakan keadaan mental seorang sufi seperti senang,sedih,takut,dan sebagainya.
Hal yang biasa terjadi adalah :
TAKUT (الخوف)-RENDAH HATI (التواضع)-PATUH-IKHLASH-RASA BERTEMAN ( الانس)-GEMBIRA HATI- SYUKUR.
HAL (حال) berlainan dengan maqom,bukan diperoleh atas usaha manusia tetapi didapat sebagai anugrah dan rahmat dari tuhan. Hal bersifat sementara datang dan pergi. Datang dan pergi bagi seorang sufi dalam perjalanan mendekati Tuhan nya (Alloh Swt).
Jalan yang harus di lalui seorang sufi tidaklah mudah,jalan itu teramat sulit maka seorang di wajibkan mencari pembimbing (guru) untuk melaluinya.
Untuk pindah dari maqom ke maqom lain itu menghendaki usaha yang berat dan waktu yang lama. Terkadang seorang sufi harus bertahun tahun tinggal dalam satu stasiun ( maqom).
Komentar
Posting Komentar