Langsung ke konten utama

Asmaul Husna: Al-Mushawwir (المصور) "menciptakan sesuatu dengan bentuk tertentu."

Asmaul Husna: Al-Mushawwir (المصور)

1. Arti Bahasa
Secara bahasa, Al-Mushawwir (المصور) berasal dari kata ṣawwara (صَوَّرَ) yang berarti "membentuk," "menggambar," atau "menciptakan sesuatu dengan bentuk tertentu."

2. Arti Istilah
Dalam istilah, Al-Mushawwir adalah salah satu dari 99 nama Allah yang menunjukkan bahwa Allah adalah Dzat yang menciptakan makhluk dengan bentuk dan rupa yang sempurna sesuai dengan kehendak-Nya.

3. Arti Makna
Makna dari Al-Mushawwir adalah bahwa Allah tidak hanya menciptakan makhluk, tetapi juga memberikan bentuk, rupa, serta struktur yang unik bagi setiap ciptaan-Nya. Setiap makhluk memiliki bentuk yang berbeda, sesuai dengan kebijaksanaan dan kehendak Allah.

Asmaul Husna: Al-Mushawwir (المصور) dalam Al-Qur'an dan Hadis

1. Dalil dalam Al-Qur'an
Salah satu ayat yang menyebutkan nama Al-Mushawwir adalah:

QS. Al-Hasyr: 24

اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Artinya:
"Dialah Allah Yang Maha Pencipta, Yang Maha Mengadakan, Yang Maha Membentuk rupa. Dia memiliki nama-nama yang terbaik. Apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS. Al-Hasyr: 24)

Tafsir Ayat (Menurut Ulama Tafsir)

1. Tafsir Ibnu Katsir:
Allah adalah Al-Khaliq (Maha Pencipta), yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan.

Allah adalah Al-Bari' (Maha Mengadakan), yang menciptakan makhluk dengan keseimbangan yang sempurna.

Allah adalah Al-Mushawwir (Maha Pembentuk rupa), yang memberikan bentuk yang berbeda-beda kepada makhluk-Nya sesuai dengan kehendak-Nya.

2. Tafsir Al-Baghawi:
Allah menciptakan manusia dalam berbagai bentuk dan rupa, tidak ada yang sama persis.

Keindahan ciptaan Allah menunjukkan kebesaran-Nya dan mengajarkan manusia untuk mensyukuri bentuk dan rupa yang diberikan.

2. Dalil dalam Hadis
Hadis yang berkaitan dengan Al-Mushawwir adalah larangan menggambar makhluk bernyawa dengan maksud menyaingi ciptaan Allah.

Hadis Riwayat Al-Bukhari (5954) dan Muslim (2107)

إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ القِيَامَةِ المُصَوِّرُونَ

Artinya:
"Sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para pembuat gambar (yang menyerupai makhluk bernyawa)."

Tafsir Hadis (Menurut Ulama Hadis dan Tasawuf)

1. Imam An-Nawawi (Syarh Shahih Muslim):
Larangan ini berlaku bagi mereka yang menggambar dengan maksud menyaingi ciptaan Allah atau membuat patung berhala untuk disembah.

Namun, jika menggambar tanpa maksud demikian (misalnya untuk pendidikan atau seni tanpa unsur syirik), maka sebagian ulama membolehkannya.

2. Imam Al-Ghazali (Ihya Ulumuddin):
Al-Mushawwir mengajarkan manusia untuk menghargai keindahan ciptaan Allah dan tidak meremehkan fisik seseorang.

Seorang hamba dapat meneladani sifat ini dengan memperindah akhlak dan amal perbuatannya.

3. Fadilah dan Khasiat Asmaul Husna Al-Mushawwir

Meningkatkan kreativitas dan daya cipta seseorang.

Membantu memperoleh keturunan yang sehat dan saleh.

Membantu dalam pekerjaan seni dan desain agar lebih berkah.

Menjadikan wajah berseri dan penuh cahaya spiritual.

4. Cara Mengamalkannya
Dibaca 21 kali setelah shalat fardhu untuk mendapatkan inspirasi dan kreativitas.

Dibaca 336 kali setiap hari untuk memperoleh keturunan yang baik.

Dibaca pada air dan diusapkan ke wajah agar wajah tampak berseri.

"Al mushawwir,Isim yang biasa digunakan untuk membantu pembuatan pembuatan yang aneh-aneh dan untuk mengeluarkan buah-buahan, sampai-sampai kalau seorang yang mandul berzikir dengannya tiap-tiap hari membaca sebanyak 21 kali dengan ucapan ya musawwir sambil berpuasa, dibaca ketika matahari sudah tenggelam dan sebelum berbuka, dia melakukannya selama 7 hari berturut-turut, maka ketika berbuka dengan minum air saja kemudian membaca ya mushowir insya Allah maka penyakit mandulnya akan diangkat oleh Allah subhanahu wa ta'ala dan dia akan diberikan anak yang sholeh sholehah."

5. Pustaka
1. Al-Qur'an dan Terjemahannya, Kementerian Agama RI.
2. Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur'an al-'Azhim, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
3. Al-Baghawi, Ma‘ālim at-Tanzīl, Dar Ihya al-Turath al-Arabi.
4. Imam An-Nawawi, Syarh Shahih Muslim, Dar al-Ma’rifah.
5. Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
6. Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, Dar Ibn Kathir.
7. Muslim, Shahih Muslim, Dar Ihya al-Turath al-Arabi.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

CIRI-CIRI BUROK DALAM HADIST SHOHIH

Ciri-Ciri Buraq dalam Hadis: Pemahaman dan Penjelasan Buraq merupakan makhluk yang sangat penting dalam perjalanan Isra' dan Mi'raj yang dialami oleh Nabi Muhammad ﷺ. Perjalanan ini mengisahkan tentang perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dan kemudian menuju langit. Salah satu elemen penting dalam perjalanan tersebut adalah Buraq, kendaraan yang digunakan oleh Rasulullah ﷺ. Banyak cerita yang berkembang mengenai rupa dan sifat Buraq, namun dalam artikel ini kita akan membahasnya berdasarkan hadis-hadis sahih serta penjelasan dari para ulama. 1. Sifat Buraq dalam Hadis Deskripsi Buraq Menurut Hadis Shahih. Buraq digambarkan dalam hadis sebagai makhluk yang memiliki sifat fisik yang luar biasa. Salah satu hadis yang paling terkenal tentang Buraq diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Dalam hadis tersebut, Rasulullah ﷺ menyatakan bahwa Buraq adalah hewan yang berwarna putih dan memiliki ukuran tubuh yang unik: Teks Arab: عَنْ أَنَسٍ رَضِ...

Latudrikuhul Absoru,Surat Al-An’am Ayat 103, dan Hikmah di dalamnya.

Mengutip buku Teologi Islam susunan Muhammad Ridwan Efendi (2021), Allah adalah Dzat yang Maha Melihat. Dia bisa melihat segala perbuatan manusia, baik yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Firman Allah SWT, surat Al-An'am : 103 لَا تُدْرِكُهُ الْاَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْاَبْصَارَۚ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ Latudrikuhul absoru wa huwa yudrikul absooro wa huwalathiiful khobiir Artinya: “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah  Yang Mahahalus, Mahateliti.” Tafsir Ayat a. Tafsir Jalalayn Mata makhluk tidak mampu melihat Allah di dunia karena keterbatasan makhluk, sedangkan Allah melihat segala sesuatu tanpa batas. Dia adalah al-Lathif (Yang Maha Halus), yaitu yang mengetahui hal paling tersembunyi, dan al-Khabir (Yang Maha Mengetahui), yaitu yang mengetahui segala perbuatan makhluk. b. Tafsir Ibnu Katsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan kemahakuasaan Allah yang tidak ...

KHASIAT SURAT AT-TAUBAH AYAT 128-129

Diantara khasiat dua ayat ini maksudnya LAQAD JAA`AKUM s/d akhir surat, bahwasanya barang siapa membacanya pada satu hari maka dia tidak akan mati pada hari tsb, sebagaimana diriwayatkan dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam َ Fadhilah Khusus dari Surat At-Taubah Ayat 128-129 ?  Dalam Kitab Mujarrabat Ad-Dairabi Al-Kabir, karya Syeikh Ahmad Dairabi, halaman 42, cetakan Mathba’ah Musthafa Muhammad, Mesir, diterangkan: Dalam satu riwaayat, dia tidak akan dibunuh, dan tidak akan dibukul dengan besi. Jika dia membacanya di malam hari maka sebagaimana yang disebutkan diatas (maksudnya dia tidak akan mati di malam hari tsb). Hadits ini dituturkan oleh ba'dhusholihin. عن الشيخ التجاني ا من قرأ آية الحرص ( لقد جاءكم رسول من أنفسكم...........) مرة بعد صلاة الصبح حفظ قلبه و بعد صلاة الظهر (مرة) أحيا قلبه و ثبته في الحياة الدنيا و الآخرة و بعد صلاة العصر (مرة)لم يمت موت الفجأة و بعد صلاة المغرب (مرة) رزق الاستقامة و بعد صلاة العشاء (مرة) حفظ من كبار المعاصي و بعد الوتر (مرة) كفى أمر الر...