Langsung ke konten utama

THORIQOH

NGAJI THORIQOH AHLUS SUNAH WALJAMAAH

Keterangan yang ada dibawah ini sangat penting untuk kita umat yang hidup di akhir zaman.

ولو أن طريق القوم يوصل إليها بالفهم من غير شيخ يسيّر بالطالب فيها، لما احتاج مثل حجة الإسلام الإمام الغزالي والشيخ عز الدين بن عبد السلام أخذ أدبهما عن شيخ، مع أنهما كان يقولان قبل دخولهما طريق القوم "كل من قال إن ثَم طريقا للعلم غير ما أبديناه، فقد افترى على الله عز وجل" فلما دخلا طريق القوم كانا يقولان "قد ضيعنا عمرنا في البطالة والحجاب" وأثبتا طريق القوم ومدحاها. وقد سلك الإمام الغزالي على الشيخ أبي محمد البازغاني، وسلك الشيخ عز الدين بن عبد السلام على الشيخ أبي الحسن الشاذلي، وصار يقول "مما يدلك على أن القوم قعدوا على قواعد الشريعة، وقعد غيرهم على الرسوم، ما يقع على يدهم من الكرامات والخوارق، ولا يقع ذلك على يد فقيه إلا إن سلك طريقهم" (المنن الكبرى ج ١ ص ٢٥ مطيعة ميمنية)

Seandainya jalan kaum sufi bisa ditempuh dengan mengandalkan kefahaman ilmu saja tanpa bimbingan guru Mursyid yg membimbing perjalanan ruhani murid, maka tentu sekelas imam Al Ghozali (Hujjatul Islam) dan syekh 'Izzuddin bin 'Abdissalam (Sulthonul Auliya') tidak perlu belajar adab pada guru Mursyid. Nyatanya, imam Al Ghozali menjalani suluk thoriqoh dibawah bimbingan syekh Abu Muhammad Al Bazighoni, sementara syeh 'Izzuddin menjalani suluk thoriqoh dibawah bimbingan syekh Abul Hasan As Syadzili.

Sebelum masuk thoriqoh, beliau berdua sempat berkata "Setiap orang yang menganggap ada jalan menuju ilmu ma'rifat selain jalan yg kami tempuh (hanya fikih/tekstual AlQur'an-Hadits) maka sungguh ia berbuat bohong pada Allah Swt". Namun, setelah masuk thoriqoh, beliau berdua berkata "Sungguh kami telah menyia-nyiakan umur kami dalam pengangguran dan terhalang dari Allah (hanya berkutat pada ilmu dhohir)".

Syekh 'Izzuddin menambahkan : "Termasuk bukti bahwa kaum sufi konsisten mengamalkan syari'at, dan selain mereka hanya beramal secara tekstual, adalah karomah dan kejadian luar biasa yg tampak pada kaum sufi, dan hal itu tidak akan tampak pada kaum fuqoha' (pakar fikih) kecuali jika mereka menempuh jalan thoriqoh kaum sufi"

(Dari kitab Al Minan Al Kubro, Imam Abdul Wahab Sya'roni)

✒️ Ustadz Muhammad Husein Al Habsyi
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

CIRI-CIRI BUROK DALAM HADIST SHOHIH

Ciri-Ciri Buraq dalam Hadis: Pemahaman dan Penjelasan Buraq merupakan makhluk yang sangat penting dalam perjalanan Isra' dan Mi'raj yang dialami oleh Nabi Muhammad ﷺ. Perjalanan ini mengisahkan tentang perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dan kemudian menuju langit. Salah satu elemen penting dalam perjalanan tersebut adalah Buraq, kendaraan yang digunakan oleh Rasulullah ﷺ. Banyak cerita yang berkembang mengenai rupa dan sifat Buraq, namun dalam artikel ini kita akan membahasnya berdasarkan hadis-hadis sahih serta penjelasan dari para ulama. 1. Sifat Buraq dalam Hadis Deskripsi Buraq Menurut Hadis Shahih. Buraq digambarkan dalam hadis sebagai makhluk yang memiliki sifat fisik yang luar biasa. Salah satu hadis yang paling terkenal tentang Buraq diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Dalam hadis tersebut, Rasulullah ﷺ menyatakan bahwa Buraq adalah hewan yang berwarna putih dan memiliki ukuran tubuh yang unik: Teks Arab: عَنْ أَنَسٍ رَضِ...

Latudrikuhul Absoru,Surat Al-An’am Ayat 103, dan Hikmah di dalamnya.

Mengutip buku Teologi Islam susunan Muhammad Ridwan Efendi (2021), Allah adalah Dzat yang Maha Melihat. Dia bisa melihat segala perbuatan manusia, baik yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Firman Allah SWT, surat Al-An'am : 103 لَا تُدْرِكُهُ الْاَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْاَبْصَارَۚ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ Latudrikuhul absoru wa huwa yudrikul absooro wa huwalathiiful khobiir Artinya: “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah  Yang Mahahalus, Mahateliti.” Tafsir Ayat a. Tafsir Jalalayn Mata makhluk tidak mampu melihat Allah di dunia karena keterbatasan makhluk, sedangkan Allah melihat segala sesuatu tanpa batas. Dia adalah al-Lathif (Yang Maha Halus), yaitu yang mengetahui hal paling tersembunyi, dan al-Khabir (Yang Maha Mengetahui), yaitu yang mengetahui segala perbuatan makhluk. b. Tafsir Ibnu Katsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan kemahakuasaan Allah yang tidak ...

KHASIAT SURAT AT-TAUBAH AYAT 128-129

Diantara khasiat dua ayat ini maksudnya LAQAD JAA`AKUM s/d akhir surat, bahwasanya barang siapa membacanya pada satu hari maka dia tidak akan mati pada hari tsb, sebagaimana diriwayatkan dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam َ Fadhilah Khusus dari Surat At-Taubah Ayat 128-129 ?  Dalam Kitab Mujarrabat Ad-Dairabi Al-Kabir, karya Syeikh Ahmad Dairabi, halaman 42, cetakan Mathba’ah Musthafa Muhammad, Mesir, diterangkan: Dalam satu riwaayat, dia tidak akan dibunuh, dan tidak akan dibukul dengan besi. Jika dia membacanya di malam hari maka sebagaimana yang disebutkan diatas (maksudnya dia tidak akan mati di malam hari tsb). Hadits ini dituturkan oleh ba'dhusholihin. عن الشيخ التجاني ا من قرأ آية الحرص ( لقد جاءكم رسول من أنفسكم...........) مرة بعد صلاة الصبح حفظ قلبه و بعد صلاة الظهر (مرة) أحيا قلبه و ثبته في الحياة الدنيا و الآخرة و بعد صلاة العصر (مرة)لم يمت موت الفجأة و بعد صلاة المغرب (مرة) رزق الاستقامة و بعد صلاة العشاء (مرة) حفظ من كبار المعاصي و بعد الوتر (مرة) كفى أمر الر...